BERDAGANG KRIPIKAssalamu'alaikum Wr. Wb.Hay Gays, Bagaimana kabar kalian, pastinya baik dong. Saya akan bertanya pada kalian, khususnya para pelajar SMP dan SMA. Apakah kalian pernah berjualan ? Jika pernah, apa yang anda jual dan dimanakah kalian berjualan ? Pertanyaan selanjutnya bagaimanakah perasaan kalian saat berjualan ? Apakah kalian malu ataupun malah senang ?Mengapa saya mengajukan pertanyaan seperti itu, karena di kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman saya saat saya berjualan kripik di sekolah saya. Saya adalah seorang anak yang suka berbisnis. Waktu itu saya kelas sebelas di SMA yang berada di daerah saya. Bibi saya adalah seorang pedagang dan memiliki usaha rumahan, walaupun usaha kecil-kecilan. Saya berfikir untuk berjualan produk rumahan bibi saya. Yang saya jual waktu itu adalah Kripik Ubi dan Rempeyek. Saya berjualan di sekolah saya, saya tidak menyangka ternyata dagangan saya banyak yang beli. Karena peminat konsumen banyak dan bibi saya kualahan memenehi pesanan saya, maka bibi saya menyarankan agar ibu saya membuat atau memproduksi Kripik dan Rempeyek sendiri. Ibu saya pun memproduksi Kripik, Rempeyek dan Pangsit rasa balado. Hasil yang saya dapatkan dari jualan kripik tadi cukup memuaskan. Saya bisa membeli barang-barang yang saya inginkan dan dompet saya juga penuh terisi dengan uang walaupun uang seribuan, dua ribuan dan lima ribuan. Saya suka dan senang saat berjualan, karena saya bisa mendapat uang tambahan dari berjualan kripik dan pangsit tersebut. Orang tua saya mendukung dan saya juga tidak merasa malu saat berjualan. Saya berjualan kurang lebih selama lima bualanan, lebih tepatnya saya lupa karena saya berjualan hanya pada saat aktif masuk sekolah.Untuk kalian yang berjiwa bisnis, janganlah kalian malu dan ragu. Bila ada kesempatan dan peluang langsung manfaatkan . Jangan ditunda-tunda jika datang peluang dan kesempatan tersebut.
0 komentar: